• 4

    Sep

    Generasi Sukses Berawal Dari Rumah

    < Kesuksesan seseorang bukanlah sesuatu yang sifatnya instan. Keberhasilan seseorang juga bukanlah proses yang sebentar. Namun Kesuksesan dan keberhasilan dalam hidup seseorang merupakan rangkaian peristiwa yang banyak faktornya. Diantara faktor utama yang sangat menentukan kesuksesan seseorang adalah faktor keluarga. Dari keluarga inilah seseorang bertolak menaiki tangga-tangga kesuksesan dan keberhasilan. Rumah benar-benar ibarat batu loncatan pertama yang digunakan seseorang meraih karier dan citanya. Sejarah Telah Membuktikannya Kalau kita pelajari sejarah banyak orang sukses berawal dari keluarga dan rumahnya. Sebagai contohnya tidaklah usah jauh-jauh. Keluarga nabi sendiri adalah teladan dalam hal ini. Kesuksesan nabi dalam berdakwah dan mendirikan masyarakat Islami sangat ditopang o
  • 17

    Jul

    Sahur Pertamaku dengan Orang Lain :)

    Bismillaah Sauuuuurrr. Sauuuurrr sauuuuurrrrr sauuuurrr teriakan dengan nada khas sunda diiringi suara pukulan bedug dan semacam rebana membuat suasana kampungku begitu hangat pada sepertiga malam itu, para warga ada yang sekedar melihat di jendela, ada yang keluar untuk mengucapkan terima kasih bahkan ada yang sampai ikut berkeliling untuk ikut membangunkan warga lain yang akan sahur. Ya waktu itu ketika masih duduk di bangku SMA aku ikut serta dalam acara keliling membangunkan warga, karena waktu itu ada acara MABIT (Malam Bina Imant & Taqwa) di masjid di kampungku dan karena aku adalah salah satu anggota IRMA (Ikatan Remaja Masjid) jadi aku ditunjuk menjadi salah satu panitia dalam acara tersebut. Waktu itu orang tua sempat tidak mengizinkan untuk mengikuti acara itu, tapi dengan
  • 8

    Jun

    Just Posting I

    Bismillah. Dari beberapa artikel sebelumnya, selalu copas dari berbagai website. Entah kenapa, mungkin masih kurang PD untuk posting tulisan sendiri (maklum gak berpengalaman dalam hal tulis menulis). Tapi kali ini mencoba memberanikan diri untuk menulis sekedarnya mengikuti jemari menekan tuts-tuts keyboard dan berharap ada sedikit ilmu yang bisa diambil oleh yang baca blog ini (berharap ^_^). Mungkin hanya akan sedikit bercerita, tentang tadi siang kultum yang disampaikan oleh 2 peserta didik SMP. Dari materi yang disampaikan tadi sungguh membuat hati saya luluh lantak, hancur. Bagaimana tidak seorang wanita sholehah, seorang ratu di zamannya, seorang wanita yang tidak ada halangan apapun untuk menginginkan sesuatu malah sebaliknya disiksa, dizholimi oleh suaminya sendiri. Ya, dia adala
  • 7

    Jun

    Astagfirullah... Akun FB-ku Menggoda

    Asalnya kehidupan perempuan ada di balik tabir, di balik tembok rumah suaminya, di balik tembok mahad. Terpelihara dan terjaga. Pun ketika kondisi mewajibkannya untuk keluar, ada adab dan seperangkat aturan yang wajib ia gigit dengan gerahamnya. Bukan untuk mengekang, semua semata-mata demi ketepatan posisi dirinya dalam pergerakan alam semesta ini. Yang kemudian menyumbangkan keharmonisan tatanan sosial dalam peradaban manusia secara keseluruhan. Tapi kini, tabir dan tembok itu berhasil dijebol. Bukan oleh tank seperti di Jalur Gaza sana. Bukan dihancurkan oleh drone-drone AS seperti di Timur Tengah sana. Tapi oleh jari-jemari perempuan sendiri. Perempuan boleh jadi tetap berada dalam selubung milhafahnya. Selimut-selimut yang menjuluri sosoknya bahkan hingga menyapu tanah. Perempuan
  • 9

    May

    Tidak Berhati, Jika Hatimu Tidak Ada di 3 Tempat Ini

    Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah berkata : Carilah hatimu di tiga tempat ini ; di saat engkau mendengarkan Al Quran, di saat engkau berada di majlis dzikir (majlis ilmu) dan di saat engkau menyendiri bermunajat kepada Allah. Jika engkau tidak temukan hatimu di sana, maka mintalah kepada Allah agar Memberimu hati karena sesungguhnya engkau sudah tak punya hati lagi (Al Fawaid 1/148) Allah Jalla fie Ulaahu berfirman : Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal.(QS Al Anfal 2) Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mere
  • 9

    May

    Debat Kusir, Akan Menjauhkan Dari Surga

    Rasulullah -shollallohu alaihi wasallam- bersabda : Aku menjamin sebuah rumah di pinggir jannah (surga) bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan berkepanjangan meskipun ia dalam kebenaran (al haq), juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa saja yang meninggalkan berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta sebuah rumah di puncak jannah bagi siapa saja yang berakhlak mulia. (HR. Abu Dawud, Dinyatakan Hasan shahih oleh Syaikh Al Albani) Umar Bin Khattab berkata : Seseorang tidak akan merasakan hakikat iman sampai ia mampu meninggalkan perdebatan yang berkepanjangan meskipun ia dalam kebenaran, dan meninggalkan berbohong meskipun hanya bercanda padahal ia tahu seandainya ia mau ia pasti menang dalam percebatan itu (Kanzul Ummal juz 3 hal 1165) Imam Ishaq bin Isa berkata : Imam
  • 24

    Apr

    Meneladani 4 Perempuan Dambaan Surga

    Di era serba instan ini, banyak godaan materi yang senantiasa dihadapi oleh kaum perempuan. Namun, untuk menghindari godaan-godaan tersebut kita selalu diingatkan oleh Allah untuk memulai sesuatu hal dengan bersyukur. Bersyukur dengan apa yang dalam diri, khususnya bersyukur terhadap segala hal yang tidak tampak, seperti ketaatan, kesehatan diri, ketenangan yang ada di dalam hati, serta lingkungan yang baik. Itulah nikmat syukur yang harus kita dahulukan, sebelum mensyukuri hal lain. Terkait dengan qalbu, kita juga harus melakukan permohonan maaf dan memaafkan. Tak sedikit keadaan yang membuat kita jengkel atau sedih, dimana di luar kendali kita. Oleh karena itu, setiap hari diusahakan kita berintrospeksi diri dengan meminta maaf dan memaafkan. Jangan sampai, ketika kita berbuat amalan,
  • 23

    Mar

    Kisah Uwais al-Qarni

    Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bercerita mengenai Uwais al-Qarni tanpa pernah melihatnya. Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Dia seorang penduduk Yaman, daerah Qarn, dan dari kabilah Murad. Ayahnya telah meninggal. Dia hidup bersama ibunya dan dia berbakti kepadanya. Dia pernah terkena penyakit kusta. Dia berdoa kepada Allah Subhanahu wa Taala, lalu dia berdoa kepada Allah Subhanahu wa Taala, lalu dia diberi kesembuhan, tetapi masih ada bekas sebesar dirham di kedua lengannya. Sungguh, dia adalah pemimpin para tabiin. Kemudian Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepada Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu, Jika kamu bisa meminta kepadanya untuk memohonkan ampun (kepada Allah Subhanahu wa Taala) untukmu, maka lakukanlah! Ketika Umar radhiyallahu anhu telah men
- Next

Author

Follow Me