Sahur Pertamaku dengan Orang Lain :)

17 Jul 2013

BedukBismillaah

Sauuuuurrr. Sauuuurrr sauuuuurrrrr sauuuurrr teriakan dengan nada khas sunda diiringi suara pukulan bedug dan semacam rebana membuat suasana kampungku begitu hangat pada sepertiga malam itu, para warga ada yang sekedar melihat di jendela, ada yang keluar untuk mengucapkan terima kasih bahkan ada yang sampai ikut berkeliling untuk ikut membangunkan warga lain yang akan sahur.

Ya waktu itu ketika masih duduk di bangku SMA aku ikut serta dalam acara keliling membangunkan warga, karena waktu itu ada acara MABIT (Malam Bina Imant & Taqwa) di masjid di kampungku dan karena aku adalah salah satu anggota IRMA (Ikatan Remaja Masjid) jadi aku ditunjuk menjadi salah satu panitia dalam acara tersebut. Waktu itu orang tua sempat tidak mengizinkan untuk mengikuti acara itu, tapi dengan memberikan alas an yang syarI dan keyakinan yang penuh akhirnya mereka mengizinkan.

Tidak sempat terbayangkan sebelumnya, sahur pertama kali dengan orang lain ternyata membuat saya merasa senang. Pada waktu itu acara dimulai dari setelah ashar sekitar jam 16.00 WIB dengan acara pembukaan, tilawah bareng dan kultum sebelum berbuka. Kemudian dilanjut buka bareng, shalat maghrib, Isya, dan tarawih berjamaah setelah itu acara muhasabah diri dengan menyaksikan tayangan-tayangan penggugah iman kemudian setelah itu tidur untuk istirahat. Kemudian kita bangun lagi sekitar jam 02.00 pagi untuk shalat tahajud. Setelah shalat tahajud, kita para peserta diajak berkeliling untuk membangunkan warga. Ini moment yang paling menyenangkan waktu itu, setelah itu kita kembali ke masjid untuk sahur.

Nasi LiwetSahur kala itu tidak dengan pepes ikan mas, opor ayam atau bahkan gule kambing. Kita sahur dengan nasi liwet (nasi pakai bumbu-bumbu dengan sedikit minyak atau mentega) dengan ikan asin sepat, tempe goreng, tumis kangkung, sambel, timun dan kerupuk. masyaAlloh sungguh nikmat makan sahur kala itu. Apalagi kita makan bareng-bareng dalam satu alas menggunakan alas daun pisang yang digelar. Subhanalloh, sungguh terasa kebersamaannya tanpa melihat status masing-masing dari kita. Apakah dia orang kaya atau miskin, terpandang atau tidak yang penting kita bisa makan sahur bersama. dan itu adalah salah satu pelajaran terpenting bahwa Alloh tidak akan melihat status duniawi seseorang tapi jauh dari itu Alloh akan melihat status keimanan dan ketaqwaannya.

Nah itulah cerita sahur pertama ku dengan orang lain, semoga bermanfaat.. ^_^

Alhamdulillaah


TAGS ngaBLOGburit


-

Author

Follow Me